33 Tahun Berkecimpung di Dunia Pendidikan, Yayasan Raflesia Depok Banggakan Kelas Talent pada SD Islam Terpadu

Depoksatu.com | Cimanggis 

Yayasan Raflesia Depok yang telah berkecimpung selama 33 tahun di dunia pendidikan dasar, menengah hingga tinggi terus melakukan berbagai pengembangan program pendidikan. Salah satu inovasi unggulan yang kini menjadi kebanggaan adalah penyelenggaraan kelas talent di jenjang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

Ade Novriadi dari bagian Pengembangan Mutu dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Yayasan Raflesia Depok menjelaskan bahwa kelas talent menjadi program unggulan di tingkat SDIT.

“Kami di jenjang SD Islam Terpadu (SDIT) memiliki program unggulan yaitu kelas talent,” ujarnya saat ditemui di kantor Yayasan Raflesia di kawasan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Melalui kelas talent tersebut, siswa tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga dilatih kemampuan public speaking atau berbicara di depan banyak orang.

Menurut Ade, Yayasan Raflesia Depok mengembangkan sistem pendidikan yang terintegrasi dan berkesinambungan, mulai dari Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT), SDIT, SMPIT hingga SMA dan SMK. Bahkan, lulusan SMA maupun SMK diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Raflesia.

Ia menjelaskan, pembinaan karakter dan kompetensi siswa sudah dimulai sejak jenjang TKIT. Pada tahap ini, siswa dibina dalam penguatan karakter dan hafalan Al-Qur’an, termasuk adab-adabnya yang dilakukan bersama orang tua siswa.

Memasuki jenjang SDIT, para siswa kembali ditempa selama enam tahun dengan penguatan spiritual yang lebih intensif. Targetnya, siswa mampu menghafal Al-Qur’an hingga Juz 30.

“Bisa jadi di SD lain juga melakukan pembinaan serupa. Namun kami memiliki keunggulan pada kelas talent,” jelasnya.

Melalui program tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan spiritual yang baik, tetapi juga kemampuan komunikasi yang kuat. Hal ini dinilai penting sebagai bekal ketika mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Ketika para siswa beranjak ke jenjang SMP di usia remaja, mereka sudah siap mengimplementasikan kemampuan yang telah diajarkan sejak SD,” tuturnya.

Ade menambahkan, masa SMP merupakan fase penting dalam pembentukan jati diri siswa, seiring dengan memasuki masa pubertas dan mulai menentukan arah masa depan.

“Di jenjang SMP inilah siswa mulai diarahkan. Jika ingin melanjutkan jalur akademik, mereka diarahkan ke SMA. Sementara jika ingin fokus pada kompetensi keahlian, mereka diarahkan ke SMK,” jelasnya.

Di tingkat SMPIT, penguatan akademik dan spiritual juga semakin ditingkatkan. Jika di SDIT siswa menargetkan hafalan hingga Juz 30, maka di SMPIT target hafalan meningkat hingga Juz 29 dan Juz 28.

Yayasan Raflesia sendiri berdiri sejak September 1991 dan hingga tahun ajaran 2025–2026 telah memiliki sekitar 1.000 peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Dari sisi biaya pendidikan, pihak yayasan juga berupaya memberikan kemudahan bagi orang tua. Untuk jenjang TKIT, biaya pendidikan dinilai cukup terjangkau sehingga memudahkan orang tua dalam pembiayaan.

Sementara untuk masuk SDIT, total biaya pendidikan berkisar sekitar Rp11 juta dan dapat dibayarkan secara bertahap.

“Itu bisa diangsur. Artinya orang tua siswa diberikan kemudahan,” kata Ade.

Ia menegaskan bahwa biaya pendidikan yang dibayarkan orang tua diharapkan sebanding dengan kualitas pendidikan yang diberikan.

“Apa yang orang tua bayarkan kepada kami, insya Allah akan memberikan kepuasan. Biaya yang sudah dikeluarkan diharapkan sebanding dengan hasil yang diperoleh siswa,” ujarnya.

Untuk jenjang SMPIT, biaya pendidikan juga dinilai terjangkau. Yayasan bahkan memberikan berbagai bentuk keringanan biaya dan beasiswa bagi siswa berprestasi.

Sebagai bentuk apresiasi, siswa yang menunjukkan prestasi akademik pada semester pertama dan kedua berkesempatan mendapatkan beasiswa berupa pembebasan biaya SPP selama enam bulan.

“Harapannya siswa semakin bersemangat untuk menggali potensi akademiknya,” tambahnya.

Selain prestasi akademik, siswa juga didorong untuk aktif berprestasi di berbagai kompetisi di luar sekolah. Yayasan Raflesia mencatat sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya SMKIT Raflesia yang berhasil masuk lima besar dengan meraih Juara Harapan 1 pada kompetisi bidang Bahasa Jerman, serta SMAIT Raflesia yang meraih prestasi di bidang seni.

Melalui berbagai program unggulan dan pengembangan berkelanjutan, Yayasan Raflesia Depok berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual, berkarakter, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. (Prp)



Post a Comment

0 Comments